Belakangan ini kita sedang di hebohkan dengan wabah virus yang menyerupai flu pada umumnya namun yang membedakan virus ini dapat menyerang pada organ paru-paru yang mengakibatkan bisa sesak nafas dan mengakibatkan kematian. Pemerintah di seluruh dunia berupaya untuk memerangai virus ini dengan berbagai cara. Di Indonesia sendiri kita sebagai masyarakat dihimbau untuk tidak keluar dulu rumah dan tidak menghampiri kerumunan orang atau bisa dikenal Physical Distancing.
Namun dengan adanya virus ini tentunya terdapat dampak positif salah satunya pemanfaatan teknologi yang dimana pasti semua orang menggunakan pemanfaatan teknologi ini. Dampak positif teknologi kita bisa tau tentang bagaimana cara menyikapi virus corona ini jadi kita tidak perlu khawatir dan tau cara menangani virus corona ini. Dan dengan adanya teknologi kita sebagai pelajar tidak perlu khawatir tertinggal pelajaran karena tidak dapat mengikuti pelajaran di kelas karena dengan pemanfaatan teknologi ini dapat belajar di rumah secara online dengan menggunakan aplikasi Skype, Zoom, Google Classroom, Dll.
Salah satu pemanfaatan lain dari teknologi agar kita tidak merasa jenuh saat berada dirumah yaitu bermain game karena bermain game bisa menjadi hiburan di rumah di tengah wabah virus corona. Bahkan badan PBB WHO juga menganjurkan main game untuk menjaga kesehatan mental.
Hal ini diutarakan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataan resmi WHO kepada media seperti dilihat detikINET, Kamis (26/3/2020). Ini sebenarnya adalah bagian dari pernyataan umum terkait perkembangan dan penanganan kasus COVID-19 di seluruh dunia.
Nah, Dirjen WHO secara khusus juga menyoroti masalah kesehatan mental warga dunia saat menjalani isolasi diri di rumah untuk mencegah penularan virus corona. Tedros menyarankan warga dunia main game sebagai hiburan selain cara lainnya.
"Dengarkan musik, baca buku atau main game," kata Tedros.


No comments:
Post a Comment